Cerita Sex

Cerita Sex, Cerita Bokep, Cerita Porno, Cerita Ngentot

BandarQ Poker BandarQ BandarQ Agen Taruhan Bola

Cerita Sex Aku & Ketiga Sodara Jauhku

Cerita Sex Aku & Ketiga Sodara Jauhku

Cerita Sex Aku & Ketiga Sodara Jauhku

Cerita Sex Aku & Ketiga Sodara Jauhku

Cerita Sex Aku & Ketiga Sodara Jauhku ,Pengalam sex yg kualami ini sekitar 3 tahun yg lalu, tepatnya ketika aq masih smu kelas 1 berumur 16 thn. Karena asalku dari desa maka aq kost dirumah kakakku. Saat itu aq tinggal bersama kakak sepupuku yg bernama mbak Dian (30 thn) yg telah bersuami dan sudah mempunyai dua orang putri yg masih keci-kecil, namun ditempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada dua orang lagi adik mbak dian yg bernama Hani yg waktu itu masih berumur 19 tahun kelas 3 smk dan adik dari suami mbak Dian bernama Hani yg masih berusia 14 tahun.

Cerita Sex – Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aq mengintip mereka bertiga saat mandi lewat celah dinding kamar mandi. Biarpun diantara mereka berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya masih terlihat seksi dan sangat menggairahkan toketnya besar, montok dan belahan memeknya waoww… terlihat sangat ohh..ohhhhh nggak ku.. ku boo….

Saat malam hari saat aq tidur dilantai beralaskan tikar, diruang tamu yg gelap bersama mbak Hani, mulanya sih aq biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aq tidur bersama mbak Hani maka aq akhirnya nggak tahan juga.

Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aq cuma berani cium kening dan membelai rambutnya yg harum. Malam berikutnya aq sudah mulai berani mencium bibirnya yg mungil, tanganku mulai meremas-remas toketnya yg padat berisi lalu mengelus-elus memeknya yg, ohh ternyata empuk bagai kue basah yg ohh.. ohh…, aq melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yg tak karuan.

“Ahh.. oghh.. sshhh.. sshhh…” sesahan mbak Hani mulai terdengar.
Cerita Dewasa – Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aq menciumi memeknya yg masih tertutup calHani, ia mulai terbangun aq takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset.
Ia malah berkata,

“Dik teruskan”.. aq sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja…”
Bagai mendapat angin segar aq mulai membuka t-shirt yg ia gunakan kini terpampang toket yg seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aq mulai mengulum putingnya yg sudah mengeras gantian aq emut yg kiri dan kHanin bergantian.

“Mbak, maafkan aq tak sanggup menahan nafsu birahiku!”
“Nggak apa-apa kok dik aq suka kok adik mau melekukan ini pada mbak karena aq belum pernah merasakan yg seperti ini” jawab Mbak Hani.

Setelah puas kupermainkan payudarnya lalu aq mulai membuka rok bawahannya.biarpun kedaan gelap gulita aq tahu tempat memek yg menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.

“Cup..cup..sret… srettttttttttt”, suara jilatan lidahku.
“Oohhh.. ooogghhh…terus dik nikmat…!!!

Cerita Mesum – Karena takut ketahuan penghuni rumah yg lain aq dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan k0ntolku yg mulai tegang kedalam memeknya yg basah.

“Emmmhhh.. ohhh… oohhh… emmehhhh” rintih kakakku kenikmatan.
Setelah kira-kira 30 mmenit aq mulai merasakan kenikmatan yg akan segera memuncak demikian juga dengan dia.

“Crett.. crett.. crettt… creeettttt” akhirnya pejuhku kesemburkan di dalam memeknya “ooohhhh….”
Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.
“Makasih dik kamu telah memuaskan Mbak, mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yah…?”

“Oke deh mbak…” sahutku.
Setelah selesai memakai pakaian kembali aq dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yg lain pada tahu,sehingga suatu ketika kejadian itu aq ulang lagi.

Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi,saat mbak Dian dan adiknya Hani bersama keuarga yg lain pergi ke supermarket yg tdk terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yg sepi yg ada hanya aq dan Mbak Hani, aq mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Hani sedang menyeterika dengan diam-diam aq memeluknya dengan erat dari balakang.

“Dik jangan sekarang aq lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach, sayang..!” pinta Kak Hani.
Tapi aq yg sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan gHanis.

“emphh.. eghht… emmhhh…eegghh..!”
Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aq bopong ia menuju ranjang kamar.

Kubaringkan ia di ranjang yg bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hinggas kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yg menempel. Wow… tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, toketnya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yg bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho… bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yg rimbun.

Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yg pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tdk bias melihat tubuh masing-masing.

Aq mulai menciumi muka tanpa ada yg terlewatkan, turun ke lehernya yg jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke toketnya yg mulai mengeras, kujilati toket gantian kHanin kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.

Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aq mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yg kenyal di tumbuhi bulu yg lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam memek itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.

“Oogghh.. ohhh… aahh.. ahhh….” desahan nikmat keluar dari mulut kak Hani.

Setelah kira-kira 15 menit aq permainkan memeknya rasanya ada yg membanjir di memeknya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kami bercumbu tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yg memperhatikan pergumulan kami berdua, Mbak Dian dan adik suaminya, Hani sudah berdiri di

pinggir pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua Haniknya yg masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yg lupa tak aq kunci. Aq dan Mbak Hani kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu

jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yg terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.

“Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituan”, ucap Mbak Dian.
“Ini juga baru mulai kak!” sahutku.

“Mas aq boleh nyoba seks sama Mas?” tanya Hani.
“Boleh..”

Aq dan Kak Hani selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya.
“Ck.. ck..ck.. ck…,” guman ku.

Sekarang aq dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aq ini.

Mbak Dian tubuhnya masih sangat kencang toketnya putih agak besar kira-kira 36 B memeknya indah sekali. Sedangkan Hani tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A memeknya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yg belum begitu lebat. Pertama yg kuserang adalah Mbak Dian karena sudah lama aq membayangkan bersetubuh dengannya aq

menciumi dengan rakus putingnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Hani dan Hani juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam memek satu sama lain.

Setelah puas dengan permainan itu, aq meminta agar mereka berbaring baris sehingga kini ada 6 gunung kembar yg montok berada di depanku. Aq mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aq semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aq menjilati memek satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam memek mereka.

Giliran mereka mengulum k0ntolku bergantian.

“Hoh… hoooooooooo.. hhhhhhhhhh.. ehmmmmmmmmm..,” desah mereka bertiga.

Aq yg dari tadi belum orgasme semakin buas memepermainkan toket dan memek mereka, posisi kami sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yg bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan sampai puncak.

“Dik aq mau keluar…”

“Mas aq juga…”

“Aq hampir sampai”, kata mereka bergantian.
“Jangan di buang percuma, biar aq minum!”, pintaku
“Boleh”, kata Mbak Dian.

Aq mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke memek mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak tersisa, segarnya bukan main.
“Srep.., srep”.

Heran, itulah yg ada di benakku, aq belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, memang mungkin aq yg terlalu kuat.

Karena sudah tdk sabar aq mulai memasukkan k0ntolku de dalam memek Mbak Hani kugenjot naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aq gantian ke Kak Dian, biarpun sudah berHanik 2 tapi memeknya masih sempit seperti perawan saja.

“Dik enak…. Uh… oh…terussssssss!”, desahnya.
“Emang kok Kak….. hhhhhhh ehmm…”

“Mas giliranku kapan..?”, rupanya Hani juga sudah tak tahan.
“Tunggu sebentar sayang.”

Sekitar 10 menit aq main sama kak Dian sekarang giliran Hani, dengan pelan aq masukkin k0ntolku, tapi yg masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan, baru pada tusukan yg ke 15 seluruh k0ntolku bisa masuk ke liang memeknya.

“Mas……. sakit….. mas…… ooogghh…….. hhohhhhhh…….”, jerit kecil Hani.

“Nggak papaa nanti juga enak, Sih!”, ucapku memberi semangat agar ia senang.

“Benar Mas sekarang nikmat sekali… oh.. ought..”

Rupanya bila kutinggal ngeseks dengan Hani, kak Dian dan Kak Hani tak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke memeknya masing-masing. Posisiku di bawah Hani, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga toketnya yg masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tdk tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.

Karena sudah berlangsung sangat lama maka aq ingin segera mencapai puncak, dalam posisi masih seperti semula Hani berjongkok di atas k0ntolku, kusuruh Mbak Dian naik keatas perutku sambil membungkuk agar aq bisa menetek, eh…, bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum manis sekali sampai terasa mual. Mbak Hani yg belum dapat posisi segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga memeknya tepat di depan mulutku, dan kumainkan klitorisnya.
Ia mendesah seperti kepedasan.
“Aahhh……… huah…….. hhmm…….!”
Tanganku yg satunya kumasukkan ke memek Mbak Dian, kontolku digarap Hani, mulutku disumpal kemaluan Mbak Hani, lengkap sudah.
Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aq mencapai puncak kenikmatan.
“Ooogghh……… hmmmmmm…… cret… crot…..”
“Nikkmat Mas…….!” desah Hani.
Spermaku ku semprotkan kedalam memek Hani dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yg kami rasakan.
Sebelum kami berpakaian kembali sisa-sisa sperma di k0ntolku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga. Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan baik berdua bertiga maupun berempat.
Namun sekarang kami sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aq sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman wanita di tempat kuliah yg akrab denganku. Tapi tak satu pun dari mereka yg menjadi pacarku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Frontier Theme
%d bloggers like this: